Jumat, 04 Oktober 2013

Rawan Gejolak, Kades Jelu Minta IKPT Libatkan Lokal

Adanya proyek pipanisasi Engineering Procurement and Constructions (EPC) 2 lapangan Banyuurip Blok Cepu rawan menimbulkan gejolak sosial. Oleh karena itu, Kepala Desa Jelu Kecamatan Ngasem, Guntur meminta pihak kontraktor pekerjaan melibatkan masyarakat di desa setempat.

Proyek itu, kata kades, haruslah memaksimalkan perekrutan tenaga kerja lokal. Sebab kalau tidak turut melibatkan masarakat sekitar, maka hal itu akan memicu aksi protes dari warga setempat. Bahkan, dikatakan pula, ada informasi bahwa banyak warganya yang melayangkan protes kepada perusahaan berplat merah ini.

"Memang sempat ada beberapa aksi protes beberapa hari yang lalu," ucapnya.

Pipanisasi di lokasi yang digarap oleh PT Inti Karya Persada Teknik (IKPT) itu saat ini memasuki tahap pengeboran bawah tanah yang akan digunakan untuk lintasan pipa, lebih tepatnya dikatakan Horizontra Driling Direction.(HDD).

Kades melanjutkan, bahwa sejauh ini warganya yang sudah terlibat dalam beberapa pekerjaan seperti tenaga flagman sejumlah 2 orang, Penjaga Keamanan sekitar 4 orang, dan helper ada 4 orang.

"Saya berharap pihak PT Inti Karya Persada Teknik (IKPT) mau untuk memaksimalkan perekrutan, selama kategori pekerjaan itu masih bisa ditangani olejh masyarakat lokal,maka biarkanlah warga siji saja yang terlibat," pungkasnya.

sumber : http://blokbojonegoro.com/read/article/1/20131004/rawan-gejolak-kades-jelu-minta-ikpt-libatkan-lokal.html

By Admin with No comments

0 komentar:

Posting Komentar

Komentar Anda mencerminkan pribadi, maka berkomentarlah yang baik. Terima kasih.