Rabu, 23 Oktober 2013

Warung Mak Kus Roboh di Terjang Angin Ribut

Sebuah warung milik mak kus, yang berada di komplek proyek pipanisasi migas desa jelu, tepatnya di dusun gempol garut, roboh setelah diterpa angin kencang. Kejadian bermula pada pukul 16.00 WIB, saat angin kencang mulai memporakporandakan warung yang menjadi langganan karyawan migar tersebut. "anginnya kencang mas, smua pada ribut mengamankan barang dagangan," kata mak kus yang menyaksikan langsung kejadian tersebut, akibatnya mak kus menderita kerugian ratusan ribu rupiah. 

By Admin with 1 comment

Kamis, 17 Oktober 2013

Warga Jelu Terima Kompensasi IKPT

Sejumlah warga terdampak proyek Horizontal Driling Direction (HDD) di Desa Jelu, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro mendapatkan kompensasi uang tunai sebesar Rp175.000 per bulan dari kontraktor PT Inti Karya Persada Teknik (IKPT).

Kepala Desa Jelu, Guntur mengatakan, kompensasi itu diberikan pada 24 Kepala Keluarga (KK) yang rumahnya berada pada jarak yang relatif dekat dengan proyek tersebut. Kompensasi itu rencananya akan terus diberikan selama pekerjaan pengeboran untuk pemasangan pipa berdiameter 20 inchi itu.

"Yang mendapatkan kompensasi itu warga Desa Jelu yang berada di dekatnya proyeknya IKPT, pembayaran kemarin sudah dilakukan di Balai Desa Jelu," ucapnya kepada blokBojonegoro.com.

Kompensasi itu diberikan sehubungan dengan permintaan warga terdampak yang merasa terganggu dengan suara bising serta banyaknya kendaraan berat yang melintas jalan desa.  "Kalau ada seperti ini kami senang, karena warga kami mendapatkan dampak positifnya," tambahnya

sumber: http://blokbojonegoro.com/read/article/20131017/warga-jelu-terima-kompensasi-ikpt.html

By Admin with No comments

Jumat, 04 Oktober 2013

Rawan Gejolak, Kades Jelu Minta IKPT Libatkan Lokal

Adanya proyek pipanisasi Engineering Procurement and Constructions (EPC) 2 lapangan Banyuurip Blok Cepu rawan menimbulkan gejolak sosial. Oleh karena itu, Kepala Desa Jelu Kecamatan Ngasem, Guntur meminta pihak kontraktor pekerjaan melibatkan masyarakat di desa setempat.

Proyek itu, kata kades, haruslah memaksimalkan perekrutan tenaga kerja lokal. Sebab kalau tidak turut melibatkan masarakat sekitar, maka hal itu akan memicu aksi protes dari warga setempat. Bahkan, dikatakan pula, ada informasi bahwa banyak warganya yang melayangkan protes kepada perusahaan berplat merah ini.

"Memang sempat ada beberapa aksi protes beberapa hari yang lalu," ucapnya.

Pipanisasi di lokasi yang digarap oleh PT Inti Karya Persada Teknik (IKPT) itu saat ini memasuki tahap pengeboran bawah tanah yang akan digunakan untuk lintasan pipa, lebih tepatnya dikatakan Horizontra Driling Direction.(HDD).

Kades melanjutkan, bahwa sejauh ini warganya yang sudah terlibat dalam beberapa pekerjaan seperti tenaga flagman sejumlah 2 orang, Penjaga Keamanan sekitar 4 orang, dan helper ada 4 orang.

"Saya berharap pihak PT Inti Karya Persada Teknik (IKPT) mau untuk memaksimalkan perekrutan, selama kategori pekerjaan itu masih bisa ditangani olejh masyarakat lokal,maka biarkanlah warga siji saja yang terlibat," pungkasnya.

sumber : http://blokbojonegoro.com/read/article/1/20131004/rawan-gejolak-kades-jelu-minta-ikpt-libatkan-lokal.html

By Admin with No comments