Senin, 08 April 2013

IKPT Tutup Jembatan : Perdagangan di Pasar Kalitidu Terganggu


Ditutupnya jembatan yang menghubungkan Desa Jampet - Jelu, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur karena adanya moving pipa minyak Banyuurip, Blok Cepu, dimungkinkan akan mengganggu aktifitas sebagian warga yang biasanya berjualan di Pasar Kalitidu. Karena mereka harus menempuh jarak yang lebih jauh dari biasanya.

"Kalau yang biasanya dagang di Kalitidu jelas terganggu," kata Yunita, salah satu warga Desa Jampet, Kecamatan Ngasem kepada Suarabanyuurip.com Mingguu,(7/4/2013).

Menurut keterangan Warga hampir sebagian warga Desa Kalitidu dan Ngasem berjualan dipasar tersebut. Sehingga disamping macet dan memutar lebih jauh, aktivitas warga yang akan berlalu lalang juga akan terganggu. 

"Sekarang kan hari minggu. Senin (8/4/2013) besok aktivitas perdagangan dipasar sudah dimulai lagi. Biasanya mulai pagi sekitar jam 06.00 WIB sampai jam 10.00 WIB keatas," ungkap Yunita.
 
Sementara itu, dilokasi pertigaan Desa Kalitidu, tiga papan pengumuman telah dipasang.Selain bertuliskan "Akses Roda 4 Dialihkan Lewat Ngambon dan Dander, Akses Roda Dua tetap Bisa Lewat". Selain itu juga bertuliskan "Mohon maaf Jembatan Ditutup 3 hari (ada perkuatan)" 7-9 April 2013.

"Dihari biasa, pertigaan ini begitu ramai. Khususnya pagi hari.Apalagi tidak ada pengaturan lalu lintas," ucap Hariono, salah satu pedagang ditemui tak jauh dari pertigaan kalitidu sore tadi. 
 
Sebagaimana diketahui, KonsorsiumPT. Inti Karya Persada Teknik (IKPT) – PT. Kelsri, kontraktor engineering, procurement and Construction (EPC)-2 Banyuurip, Blok Cepu menutup sementara Jembatan yang menghubungkan Desa Jampet - Jelu. Hal itu dilakukan guna kepentingan moving pipa 20 inci untuk mengalirkan minyak mentah dari sumur Banyuurip di Desa Mojodelik menuju lapangan lepas pantai Palang, Kabupaten Tuban.

By Admin with No comments

0 komentar:

Posting Komentar

Komentar Anda mencerminkan pribadi, maka berkomentarlah yang baik. Terima kasih.