Senin, 08 April 2013

Warga Jelu Minta IKPT Perbaiki Jalan Desa


Pengalihan arus lalu lintas ke jalur Kalitidu - Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur akibat penutupan sementara  jembatan Jelu - Jampet karena adanya pemasangan jembatan Baley sepanjang sekira 50 meter untuk moving pipa minyak Banyuurip, Blok Cepu, dikeluhkan warga.  Jalan Desa Jelu mulai rusak karena banyaknya kendaraan roda empat yang melintas jalan tersebut.

Warga Desa Jelu, Rohim, mengeluhkan, pengalihan jalan yang dilakukan oleh Konsorsium PT. Inti Karya Persada Teknik (IKPT) – PT. Kelsri, kontraktor engineering, procurement and construction (EPC)-2 Banyuurip yang menutup sementara Jembatan yang menghubungkan Desa Jampet-Jelu, Kecamatan Ngasem tersebut. Akibatnya, jalan desa jelu menjadi rusak.

"Peralihan kejalan desa Jelu itu seharusnya untuk roda dua saja. Tapi,  roda empat juga masuk sehingga jalan menjadi rusak karena kondisi hujan memudahkan jalan cepat hancur," kata Rohim, ditemui dipengerjaan jembatan Jampet-Jelu, Minggu (07/04/2013).

Dia meminta agar IKPT memperbaiki jalan Desa Jelu yang berlubang dan melarang roda empat melewati jalan tersebut agar kondisi jalan tidak semakin parah dan memancing warga keruh.

"IKPT harus bertanggungjawab untuk memperbaiki jalan ini," tegas dia.

Kepala Desa Jelu, Guntur, mengatakan, keluhan warga sudah disampaikan kepada IKPT untuk segera memperbaiki jalan yang dianggap rusak akibat pengalihan sementara bagi penguna jalan Kalitidu-Ngasem tersebut.

"Sudah saya sampaikan IKPT untuk segera diperbaiki, Mas. Alhamdulillah saat ini langsung diberi penguruukan pasir bagi jalan jelu yang rusak. Karena, sifatnya mendadak mau diurug pedel. Apalagi jalannya juga lagi dialihkan roda empat tidak bisa masuk," jelas Guntur ditemui dilokasi pembangunan Jembatan Jampet-Jelu.

Humas IKPT, Sunarto, menegaskan, pihaknya akan bertanggungjawab untuk melakukan perbaikan jalan jika kerusakan itu akibat pengalihan jalan untuk pekerjaan ini. 

By Admin with 3 comments

IKPT Tutup Jembatan : Perdagangan di Pasar Kalitidu Terganggu


Ditutupnya jembatan yang menghubungkan Desa Jampet - Jelu, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur karena adanya moving pipa minyak Banyuurip, Blok Cepu, dimungkinkan akan mengganggu aktifitas sebagian warga yang biasanya berjualan di Pasar Kalitidu. Karena mereka harus menempuh jarak yang lebih jauh dari biasanya.

"Kalau yang biasanya dagang di Kalitidu jelas terganggu," kata Yunita, salah satu warga Desa Jampet, Kecamatan Ngasem kepada Suarabanyuurip.com Mingguu,(7/4/2013).

Menurut keterangan Warga hampir sebagian warga Desa Kalitidu dan Ngasem berjualan dipasar tersebut. Sehingga disamping macet dan memutar lebih jauh, aktivitas warga yang akan berlalu lalang juga akan terganggu. 

"Sekarang kan hari minggu. Senin (8/4/2013) besok aktivitas perdagangan dipasar sudah dimulai lagi. Biasanya mulai pagi sekitar jam 06.00 WIB sampai jam 10.00 WIB keatas," ungkap Yunita.
 
Sementara itu, dilokasi pertigaan Desa Kalitidu, tiga papan pengumuman telah dipasang.Selain bertuliskan "Akses Roda 4 Dialihkan Lewat Ngambon dan Dander, Akses Roda Dua tetap Bisa Lewat". Selain itu juga bertuliskan "Mohon maaf Jembatan Ditutup 3 hari (ada perkuatan)" 7-9 April 2013.

"Dihari biasa, pertigaan ini begitu ramai. Khususnya pagi hari.Apalagi tidak ada pengaturan lalu lintas," ucap Hariono, salah satu pedagang ditemui tak jauh dari pertigaan kalitidu sore tadi. 
 
Sebagaimana diketahui, KonsorsiumPT. Inti Karya Persada Teknik (IKPT) – PT. Kelsri, kontraktor engineering, procurement and Construction (EPC)-2 Banyuurip, Blok Cepu menutup sementara Jembatan yang menghubungkan Desa Jampet - Jelu. Hal itu dilakukan guna kepentingan moving pipa 20 inci untuk mengalirkan minyak mentah dari sumur Banyuurip di Desa Mojodelik menuju lapangan lepas pantai Palang, Kabupaten Tuban.

By Admin with No comments

Moving Pipa Banyuurip Tutup Jembatan Jelu - Jampet


Bojonegoro-Konsorsium PT. Inti Karya Persada Teknik (IKPT) – PT. Kelsri, kontraktor engineering, procurement and Construction (EPC)-2 Banyuurip, Blok Cepu menutup sementara Jembatan yang menghubungkan Desa Jampet - Jelu, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur selama dua hari kedepan mulai, Minggu (7/4/2013). Penutupan sementara itu dilakukan karena akan dilakukan moving pipa 20 inci untuk mengalirkan minyak mentah dari sumur Banyuurip di Desa Mojodelik menuju lapangan lepas pantai Palang, Kabupaten Tuban.

Informasi yang dihimpun menyebut, untuk memperlancar arus lalu-lintas di wilayah Ngasem - Kalitidu khususnya roda empata, Kontraktor Mobil Cepu Ltd (MCL), Operator sumur minyak Banyuurip, Blok Cepu, itu mengalihkannya melalui jalur Ngasem - Dander.

Kepala Desa (Kades) Jelu, Kecamatan Ngasem, Bojonegoro, Guntur, membenarkan, adanya penutupan sementara jembatan Jampet - Jelu selam dua hari tersebut. Sedangkan, untuk arus lalu-lintas roda dua dialihkan melewati jalan desa Jelu ke desa Jampet tembus jalan raya Kalitidu-Ngasem. Sementara, untuk roda empat dialihkan melalui jalan Ngasem-Dander dan yang dari arah Kalitidu dialihkan melalui jalan kebarat arah Purwosari-Ngambon baru tembus Ngasem.

"Saya sudah diberitahu oleh IKPT dan kabar yang saya terima mereka juga sudah ijin resmi ke Pemkab Bojonegoro," imbuhnya.

Dikonfirmasi terpisah, Hubungan Masyarakat (humas) IKPT, Soenarto, membenarkan adanya penutupan sementara Jembatan sebagai jalan poros Kalitidu-Ngasem, tepatnya di desa Jampet-Jelu tersebut. Karena, akan dilakukan perbaikan dan pemasangan jembatan Baley selama dua hari.

"Dua hari hari kita tutup sementara. Sebab akan dilakukan perbaikan dan pemasangan jembatan Baley untuk moving pipa," sambung Soenarto, melalui pesan pendek, Minggu (07/04/2013).

Hanya saja ketika disinggung terakit penempatan flagmen (manusia bendara) di sejumlah titik rawan saat moving beralngsung, Sunarto belum memberikan jawaban hingga berita ini diterbitkan

By Admin with 1 comment