Jumat, 27 Juli 2012

Tak ada Sangkutpautnya dengan MCL


Pertamina EP Cepu menegaskan, pembangunan jembatan Desa Jelu, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jatim, tidak ada sangkutpautnya dengan Mobil Cepu Limited (MCL), Operator Migas Blok Cepu.

“Pembangunan ini murni dilakukan Pertamina EP Cepu,” tegas Hadi Pramono, Supervisior Produksi Pertamina EP Cepu di Bojonegoro.

Penegaskan Pertamina EP Cepu ini merupakan klarifikasi pernyataan Kepala Desa Jelu, Guntur, jika pembangunan jembatan itu merupakan sharing antara Pertamina EP Cepu – MCL di pemberitaan Tabloid Suarabanyuurip edisi Juli 2012 dan di www.suarabanyuurip.com, beberapa waktu lalu.

Hadi menjelaskan, pembangunan jembatan Jelu yang dilaksanakan ini merupakan wujud kepedulian Pertamina EP Cepu kepada masyarakat disepanjang jalur pipa minyak 6 inci sepanjang sekitar 42 kilo meter dari Lapangan Minyak Banyuurip di Desa Mojodelik, Kecamatan Ngasem hingga Mudi, Desa Rahayu, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban, Jatim.

“Kita harapkan dengan pembangunan jembatan ini akan semakin melancarkan transportasi warga yang berujung pada peningkatan ekonomi warga,” pungkasnya.

Untuk diketahui, pembangunan jembatan Jelu yang dilakukan Pertamina EP Cepu ini sepanjang 18 meter dengan lebar 3,80 meter. Sesuai konstruksinya, pembangunan jembatan setinggi 7 meter itu gelegar (jelurung) jembatannya dari besi sebanyak 4 buah dengan dicor. Pembangunan jembatan ini dikerjakan PT Barata Indonesia. Ditargetkan pembangunan jembatan itu selesai pada awal Agustus 2012 mendatang

By Admin with No comments

Kamis, 12 Juli 2012

MCL Bangun Jembatan Jelu

Pemerintah Desa (Pemdes) Jelu, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jatim, akhirnya bisa bernafas lega. Janji Pertamina EP Cepu untuk membangunan jembatan desa yang menjadi dambaan warga setempat sejak lama terealisasi. Pembangunan jembatan sepanjang 18 meter dengan lebar 3,80 meter itu dilaksanakan Pertamina EP Cepu bersama Mobil Cepu Limited (MCL), Operator Migas Blok Cepu.
Kepala Desa Jelu, Guntur menjelaskan, pembangunan jembatan tersebut dimulai pada akhir Juni lalu.  Perbaikan itu sesuai janji Pertamina EP Cepu karena Desa Jelu merupakan salah satu desa di Kabupaten Bojonegoro yang dilalui pipa minyak 6 inchi dari Lapangan Banyuurip, Blok cepu - Mudi, Tuban.
“Meski usulan kami sudah setahun lalu (ketika melakukan Safari Ramdahan tahun 2011), akhirnya bisa terealisasi,” ungkap Guntur.

Sesuai konstruksinya, pembangunan jembatan setinggi 7 meter itu gelegar (jelurung) jembatannya dari besi sebanyak 4 buah dengan dicor. Pembangunan jembatan ini dikerjakan PT Barata Indonesia.
“Sesuai targetnya pembangunannya direncanakan 45 hari atau awal bulan Agustus mendatang sudah kelar,” jelas Guntur.

Menurut dia, dengan pembangunan jembatan ini akan semakin meningkatkan arus tranportasi dan melancarkan roda perekonomian masyarakat, khususnya warga dibeberapa dusun di Desa Jelu dengan desa sekitarnya. Sebab jembatan tersebut dapat menghubungkan beberapa desa sekitar Jelu dengan Desa Gayam, Kecamatan Ngasem.

“Atas nama masyarakat dan Pemdes, kami mengucapkan terimakasih atas pembangunan jembatan ini. Sebab kalau pembangunan itu dibebankan kepada Pemdes jelas tidak kuat secara finansial,” tambah Guntur.
Camat Ngasem, Setyo Yuliono menyatakan, sangat berterima kasih kepada MCL maupun Pertamina EP yang telah melakukan pembangunan jembatan Desa Jelu itu. “Selain aktifitas warga juga lancar, semoga dengan dibangunnya jembatan ini kegiatan MCL dan Pertamina juga menjadi semakin lancar,” pungkas Nanang –panggilan akrab Setyo Yuliono.

By Admin with No comments