Minggu, 25 September 2011

Masyarakat Minta Dipekerjakan

Desa-desa yang dilalui proyek penambahan pipa 6 inci Banyuurip – Mudi sepanjang 40 Km meminta kepada kontraktor yang digandeng Pertamina EP Cepu melibatkan masyarakat sebagai tenaga kerja, walaupun menjadi pekerja kasar penggali pipa.“Yang penting masyarakat dilibatkan. Karena kami menyadari masyarakat tidak memiliki keahlihan untuk pengelasan pipa,” kata Guntur, Kepala Desa Jelu, Kecamatan Ngasem.

Berdasarkan pengalaman tahun lalu, ketika pemasangan pipa milik Pertamina EP Cepu berlangsung, kontraktor melibatkan masyarakat dari desa-desa yang dilalui jalur pipa. “Sehingga mereka juga ikut merasakan manfaat dengan adanya proyek penambahan pipa ini,” tegasnya.

Menurut Guntur, sesuai sosialisasi yang dilakukan PT. Geo Link Nusantara dan PT. Barata Indonesia, kontraktor yang digandeng Pertamina EP Cepu, proyek penambahan pipa 6 inci itu akan menggunakan jalur yang sama seperti pipa sebelumnya. “Sesuai sosialisasi kemarin, untuk penambahan pipa ini akan ditaruh sebelah utara pipa yang sudah ada,” ungkapnya.

Dia meminta, agar kontraktor yang digandeng Pertamina EP Cepu segera melaksanakan proyek penambahan pipa Banyuurip – Mudi sebelum datang musim penghujan. Sebab, bila sampai musim penghujan pipa belum di ecer dan dipasang akan membuat pekerjaan tertunda dan cost yang dikeluarkan membengkak.
“Ini akan sangat menggangu pekerjaan. Dulu saja, untuk membawa masuk pipa ke sini (Desa Jelu) harus di pikul enam orang,’ ungkapnya.

Sekadar diketahui, proyek penambahan pipa 6 inci Banyuurip – Mudi itu dikerjakan konsorsium PT. Geo Link Nusantara, Petrogas Jatim Utama dan PT. Barata Idonesia. Penambahan pipa akan menggunakan lahan milik warga dan sebagian bekas rel lokomotif milik Perhutani.

By Admin with No comments