Senin, 25 Oktober 2010

Pembuang Bayi Tewas di Bojonegoro Masih Misterius

Bojonegoro - Walaupun sudah ditemukan sejak kemarin, tetapi pembuang bayi yang diperkirakan sudah berumur lebih dari 8 bulan tersebut masih misterius.

Sebab, petugas yang melakukan penyelidikan di sekitar tempat kejadian perkara (TKP), tepatnya di kali Gandong, Desa Bonorejo, Kecamatan Ngasem, Bojonegoro, belum mendapatkan tanda-tanda.

Data yang dihimpun beritajatim.com di lapangan, Senin (25/10/2010) menyebutkan, jika beberapa petugas dari Polsek Gayang menyisir wilayah di sekitar blok cepu tersebut.

Beberapa desa sudah disisir, tetapi belum ada tanda-tanda kepastian, mengenai warga yang hamil dan ditengarai sebagai pembuang bayi tidak berdosa tersebut. "Khususnya di Desa Bonorejo, sudah kami cek semuanya dan tidak ada yang mengerti," kata Kapolsek Gayang, Iptu Subarata.

Diterangkan, jika bayi berjenis laki-laki tersebut masih disemayamkan di kamar jenazah RSUD dr Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro. "Saat ini, telah memasuki masa otopsi dan petugas masih berusaha semaksimal mungkin," lanjutnya.

Subarata menjelaskan, dugaan sementara memang bayi itu hasil hubungan gelap yang dibuang, karena kelahirannya tidak dikehendaki. Sebab, pada saat ditemukan oleh empat bocah warga Desa Bonorejo yang sedang mandi di kali, bayi tanpa sehelai pakaian itu masih tertempel ari-ari. "Sehingga, diperkirakan ia sudah dibuang sejak tiga hari kemarin," sambungnya.

Belum diketahuinya siapa pembuang bayi itu, petugas masih berusaha menyelidikinya di lapangan. Terbukti, para wanita yang hamil di sekitar kali Gandong, khususnya di wilayah bagian atas desa telah dichek. "Semoga saja bisa segera terungkap siapa orang tua bayi laki-laki malang tersebut," terangnya.

Tetapi, dugaan sementara ini jika bayi tersebut berasal dari luar kecamatan. Sebab, kali Gandong juga melintasi di beberapa kecamatan lainnya, semisal Kecamatan Ngambon, Purwosari dan Kecamatan Kalitidu.

Seperti diketahui, jika mayat bayi itu ditemukan oleh Arga Febian Putra, Andik A, Mahmuji dan Jono. Keempat anak yang usianya berkisar 13 tahunan itu sedang mandi bersama-sama di kali yang melintas di Desa Bonorejo itu.
Awalnya Arga melihat benda seperti boneka yang melintas di dekat mereka. Tetapi, semakin dekat, bau busuk menusuk hidung dan membuat mereka menjauh dari sungai.

Saat benda tersebut mendekat, ternyata sesosok mayat bayi yang kondisinya mengenaskan membuat anak-anak itu ketakutan. Sehingga melapor kepada warga sekitar, yang seterusnya sampai di Kepala Desa (Kades) Siti Rokayah. Tidak lama setelah itu, pihak desa memberitahukan penemuan itu ke Mapolsek Gayam untuk segera ditindaklanjuti.

By Admin with No comments

Minggu, 03 Oktober 2010

Elpiji Meledak, Hajatan pun Bubar

Bojonegoro - Gaga-gara tabung gas elpiji 3 kilogram meledak, Lasi (50) warga Desa Bareng, Kecamatan Ngasem, Bojonegoro, gagal menggelar hajatan.

Data yang dihimpun beritajatim.com di lapangan, Minggu (3/10/2010) menyebutkan, korban rencananya akan menggelar hajatan 100 hari meninggalnya sang suami.

Namun apes, saat memakai kompor yang tersambung dengan tabung elpiji 3 kilogram tiba-tiba meledak. Untungnya, hanya perabotan dapur dan juga bekal yang akan dipakai hajatan yang hangus terbakar.

Menurut sejumlah saksi mata di tempat kejadian perkara (TKP), akibat kejadian tersebut warga yang berada di dapur semburat untuk mengamankan dirinya.

Menantu Lasi yang bernama Rasmin menuturkan, dirinya saat itu sedang mengganti tabung gas elpiji yang sudah habis isinya dengan yang baru. Tetapi, karet yang berada di ujung paling atas tabung terdapat masalah. Sebab, saat dipasang dengan selang regulator, terdengar suara
mendesis.

"Karena takut, akhirnya kami mencari penggantinya yang lebih baik," terangnya.

Ia bergegas pergi, tetapi saat itulah terdengar suara ledakan yang cukup keras dan mengagetkan banyak orang di sekitar rumahnya. "Kemungkinan elpiji meledak karena di dapur sedang panas," lanjutnya.

Setelah ledakan tersebut, api selanjutnya menyambar beberapa bagian dapur dan menghanguskan seluruh isinya. "Untung saja, warga yang bergotong royong memadamkan dengan alat seadanya berhasil memadamkan api dengan cepat," sambungnya.

Sehingga, hanya bagian dapur dan perlengkapan hajatan yang habus terbakar. Dan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Kasubbag Humas Polres Bojonegoro, AKP MT Ariadi menerangkan, pihaknya setelah mendapatkan laporan dari warga langsung ke TKP. "Dugaan sementara memang adanya karet dibagian atas elpiji yang rusak, tetapi semuanya masih didalami oleh petugas," jelasnya.

Beberapa saksi juga telah dimintai keterangan, khususnya saksi korban dan juga beberapa saksi lain yang mengetahui kejadian kebakaran itu.

By Admin with 1 comment