Jumat, 17 September 2010

Geger, Pria Tewas Tergantung di Tengah Hutan Bojonegoro

(beritajatim.com) - Dalam dua hari ini 2 warga di Bojonegoro ditemukan tewas tergantung. Kali ini, warga di sekitar RPH Wadang dibuat geger oleh penemuan mayat. Korban yang ditemukan biasa dipanggil Ji (40) warga Desa Sumengko, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro. Ia ditemukan tergantung di pondok persilan di tengah hutan jati RPH Wadang petak 2-C BKPH Tengger.

Data yang dihimpun beritajatim.com di lapangan, Jumat (17/9/2010) menyebutkan, jika diperkirakan mayat sudah tergantung selama 2 hari lebih.

Warga yang menemukan pertama kali bernama Iwan, asal Desa Wadang, Kecamatan Ngasem, Bojonegoro. Saat itu, ia sedang berada di sekitar tempat kejadian perkara (TKP) dan mencium bau busuk dari dalam tempat persinggahan tersebut.

Mencium bau tersebut, ia langsung melihat dari celah-celah dinding rumah di tengah hujan jati yang sangat sepi itu. Ia kaget bukan kepalang, karena dirinya melihat seorang laki-laki berusia hampir setengah baya tergantung dan kondisinya sudah meninggal dunia.

Takut terjadi apa-apa, ia langsung memanggil beberapa warga lainnya dan melapor ke pihak desa. Tidak hanya itu saja, warga yang tidak dikenal sebagai orang daerah setempat, sempat kebingungan mendeteksi siapa orang itu.

Namun, karena kondisinya yang mengenaskan warga melapor ke aparat kepolisian Ngasem. Tidak berapa lama, beberapa petugas langsung ke TKP dan melihat kondisi mayat. "Diperkirakan memang sudah lebih dari dua hari," jelas Kapolsek Ngasem, AKP Aruman.

Dikatakan, jika pihaknya sempat mencari tahu siapa orang yang bunuh diri itu. Tetapi, pihaknya akhirnya mendapatkan kabar dari beberapa warga yang mengetahui jika lelaki itu stres. "Nama panggilannya Pak Ji, tetapi nama lengkapnya masih dicari," sambungnya.

Walaupun begitu, pihaknya masih menyelidiki keberadaan dari mayat yang ditemukan. Belum diketahui persis apa penyebabnya.

By Admin with 2 comments

Senin, 06 September 2010

Hujan, Petani Tembakau Bojonegoro Menangis

Bojonegoro - Hujan yang mengguyur Kabupaten Bojonegoro sejak semalam membuat para petani tembakau hanya bisa menggelengkan kepala.

Sebab, cobaan demi cobaan pada musim tanam kali ini benar-benar diluar dugaan para petani. Ratusan hektare tanaman tembakau yang dipetik daunnya dan sudah dimasak tidak bisa dikeringkan.

Data yang dihimpun beritajatim.com di lapangan, Senin (6/9/2010) menyebutkan, jika di beberapa sentra pengrajin tembakau, warga banyak yang sudah terlanjur memetik daun tembakau kedua.

Diantaranya di wilayah Kecamatan Kedungadem, Baureno, Sumberrejo, Sugihwaras, Balen, Kanor, Temayang, Dander dan Kecamatan Ngasem.
Dengan seperti itu, maka sinar matahari yang dibutuhkan, bukannya hujan yang tidak reda-reda dan kembali berulang-ulang.

"Kalau seperti ini, bagaimana bisa kering," kata Wasgito, salah seorang petani tembakau di Kecamatan Sumberrejo.

Menurutnya, ia bersama para petani lainnya sangat dilematis. Sebab, daun tembakau sudah menguning dan siap dimasak atau dirajang semalam.

"Jika tidak dimasak, maka kemungkinan akan rusak membusuk. Tetapi, jika dimasak maka kemungkinan besar tidak akan kering," jelasnya.

Hal senada juga dikatakan Nuril (34) asal Kecamatan Sugihwaras. Menurutnya, semalam ia memaksakan diri memasak daun tembakau yang sudah siap.

Dirinya berkeyakinan jika paginya sinar matahari akan cerah, sehingga daun tembakau yang sudah diproses ditumpuk terlebih dahulu menunggu pagi.

"Tetapi, prediksi saya meleset tajam. Sebab, sejak pagi sampai siang, ternyata matahari enggan bersinar," tambahnya.

Yang bertambah parah, hujan terus-terusan sangat menyengsarakan masyarakat petani tembakau. Sebab, yang diharapkan adalah panas, tetapi tidak ada sinar sama sekali.

By Admin with No comments