Jumat, 25 Juni 2010

Dihantam Angin, Belasan Hektare Tanaman Padi Rusak

Bojonegoro - Walaupun tidak disertai hutan, angin cukup kencang yang menghantam wilayah Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, cukup membuat resah warga.

Sebab, belasan hektare tanaman padi yang sudah siap panen di beberapa desa roboh. Akibatnya, banyak petani yang harus melakukan penen secepatnya.
Data yang dihimpun beritajatim.com di lapangan, Jumat (25/6/2010) menyebutkan, jika angin kerap menerpa walaupun tidak disertai dengan hujan.

Akibatnya, beberapa hektare tanaman padi yang sudah siap panen tumbang dan petani kesulitan memanennya. Seperti di Desa Ngadiluwih, Kecamatan Ngasem, Bojonegoro.

Beberapa petani tampak mulai mengambil padi yang roboh untuk dibawa pulang. Mereka tampak kesulitan, karena selain dibawah tanaman padi masih ada air, proses memanen tingkat kesulitannya lebih tinggi. "Bagaimana tidak sulit mas, kalau padi sudah roboh seperti ini," kata Mulyadi (36) warga setempat.

Jika tidak segera dipanen, maka bisa jadi hasilnya akan semakin rusak dibandingkan dengan sebelumnya. Makanya, para petani mempercepat proses panennya. "Saat ini sebenarnya juga tidak masalah jika dipanen, sebab kondisi buahnya juga telah lumayan tua," terangnya.

Hal senada disampaikan oleh Abdul Rahman (42). Menurutnya, hampir setiap memasuki musim kemarau tiba, angin berhembus cukup kencang, karena memang termasuk wilayahnya dataran agak tinggi. "Walaupun tidak pegunungan, tetapi wilayah kami lebih dekat dengan hutan," tambahnya.

Dengan kondisi seperti itu, maka angin bertiup cukup kencang setelah musim penghujan selesai. Sebelumnya hampir setiap sore angin berhembus kencang dan menerpa apa saja yang dilewatinya. "Sebenarnya kami juga tidak mengharapkan padi yang tinggal memetik hasilnya ini hancur," lanjutnya.

Jika tidak dipanen sekarang, warga menilai kerusakan akan semakin tinggi. Sebab, sejak tanam beberapa bulan lalu kerusakan sudah tampak pada batang tanaman padi.

Mulai dari serangan hama tikus, wereng, dan beberapa penyakit lainnya. Sehingga, petani sebenarnya sudah bersukur kalau padi masih bisa dipanen, walaupun hasilnya kurang baik. "Kalau di desa ini kemungkinan ada belasan hektare yang roboh akibat diterpa angin kencang. Tanaman lain sudah terlebih dahulu dipanen oleh pemiliknya," tegas Abdul Rahman.

By Admin with No comments