Kamis, 31 Desember 2015

Pengendara Motor Tewas Akibat Tabrakan

Foto : BBC.com
SuaraBojonegoro.com - Kecelakaan yang terjadi di Jalan Poros Antar Kecamatan Yang menghubungkan Kecamatan Ngasem menuju Kecamatan Kalitidu, tepatnya di Dusun Prajekan, Desa Jelu, Kecamatan Ngasem, antara sepeda Motor Yamaha Vega dengan Nopol S 5122 BY yang dikendarai Nurkholis (19) warga Setempat bertabrakan dengan Sepeda motor Honda Mega Pro dengan Nopol S 6325 CN yang dikemudikan oleh Mukibudin (18) Warga Desa Bareng Kecamatan Ngasem.

Kapolsek Ngasem AKP Subrata membenarkan bahwa tabrakan yang menewaskan Satu warga pada pukul 21.30 WIB tadi malam, yaitu Nurkholis pengendara Sepeda Motor Vega, "Korban tewas di lokasi kejadian," Katanya, Kamis (31/12/15).

Dijelaskan pula dari data yang dikumpulkan Polsek Ngasem bahwa sebelum kejadian, Korban melaju dari arah selatan dan terlalu ke tengah jalan dan bertabrakan dengan Mukibudin, dan Mukibudin mengalami luka berat pada kaki, serta Efi Hiftiyanti (19) perempuan asal Desa Sendangharjo, Ngasem mengalami luka ringan.

"Kita lakukan pemeriksaan dan keduanya tidak melengkapi surat surat kendaraan, akhirnya kendaraan kita amankan, dan Mayat Korban langsung diserahkan ke keluarganya," Pungkas AKP Subrata.

Sementara kedua korban luka langsung di bawa ke Rumah Sakit Terdekat untuk mendapatkan perawatan Intensif. (Ney)

By Admin with No comments

Minggu, 07 September 2014

Meriahkan Hut RI 69, Warga Jelu Gelar Jalan Sehat

Meskipun bulan Agustus sudah berlalu, namun semangat untuk memperingati hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia yang ke- 69 masih ada pada warga Jelu, Kecamatan Ngasem.

Pada hari Minggu (7/9/2014) sekitar 1.500 warga setempat yang terdiri dari siswa-siswi SD dan MI, serta masyarakat umum mengikuti jalan sehat untuk memeriahkan kegiatan tujuhbelasan.

Salah satu panitia, Abdul Qohar menjelaskan acara tersebut memang sengaja dilaksankan hari ini, karena selama bulan Agustus kemarin sudah banyak kegiatan yang dilaksanakan di masing-masing RT.

"Acara jalan sehat ini memang acara desa yang diikuti semua warganya. Rutenya dari balaidesa berjalan ke utara, terus melewati Pasar Desa Jampet, masuk Desa Prajekan dan sampai finis," ujar Qohar.

Kupon untuk jalan sehat sendiri oleh panitia dijual seharga Rp1000, dengan hadiah kompor gas, magic com, tv dan juga sepeda, serta hadiah doorprise lainnya.

Adannya jalan sehat tersebut diharapkan bisa menjalin silaturahmi antar warga dan juga menciptakan kekompakan. "Acara ini tidak bisa terlaksana tanpa adanya dukungan dan partisipasi semua warga," pungkasnya.

Sumber : BlokBojonegoro.com

By Admin with No comments

Rabu, 19 Maret 2014

Minta Jalan Gayam-Jelu Segera Dibangun

Keberadaan sumur minyak Banyuurip, Blok Cepu seakan bagai tumpuan harapan bagi warga sekitar lokasi sumur minyak. Warga telah banyak berharap terjadi perubahan terhadap berbagai masalah sosial kemasyarakatan di sekeliling sumur yang dioperatori Mobil Cepu Ltd (MCL), anak perusahaan ExxonMobil, salah satu perusahaan raksasa asal Amerika tersebut.

Informasi yang diperoleh SuaraBanyuurip.com menyebut, selain harapan keterlibatan tenaga kerja lokal, juga pengembangan pembangunan infrastruktur jalan yang ada disekitar pemboran tersebut. Misalnya, jalan yang menghubungkan antara Desa Gayam, Kecamatan Gayam dengan Desa Jelu, Kecamatan Ngasem, Bojonegoro, Jawa-Timur.

Warga Desa Jelu, Rohim, mengaku, sudah banyak program yang sudah dilakukan MCL disekitar wilayah kerjanya. Baik program pemberdayaan maupun yang mengarah pada pembangunan infrastruktur. Semisal, pembangunan gedung sekolahan, jalan poros desa disekitar tambang tersebut.

"Keberadaan MCL sudah banyak merubah kondisi desa sekitar dibandingkan sebelumnya. Utamanya jalan sekitar menjadi bagus sehingga arus lalu-lintas desa sekitar kini menjadi lancar," kata Rohim dijumpai di sekitar lokasi Blok Cepu, Rabu (19/12/2012).

Untuk lebih meningkat lagi, harap Rohim, pembangunan jalan poros desa lebih ditingkatkan lagi. Agar, jalur komunikasi warga dan pemerintah desa (Pemdes) lebih meningkat. Contohnya, jalan yang menghubungkan antara Desa Gayam dengan Desa Jelu. Apalagi akses jalan yang masuk wilayah Perhutani sepanjang kurang lebih empat kilo meter itu, juga menjadi jalur pipa untuk pengaliran minyak dari sumur minyak Banyuurip. 

"Saya yakin, jika jalan ini dibangun MCL maupun Pertamina akan lebih mudah untuk mengawasi jalur pipa 6 inchi yang terpasang dijalur tersebut," imbuhnya.

Dikonfirmasi terpisah, Field Public and Government Affairs Manager MCL, Rexy Mawardijaya, mengatakan, saat ini rencana program pemberdayaan masyarakat masih dalam tahap koordinasi dan sinkronisasi dengan Bappeda. Termasuk wilayah mana yang akan menjadi prioritas.

"Disesuaikan dengan dinamika proyek Blok Cepu agar tidak tumpang tindih dengan program Pemerintah Kabupaten, Mas," jelas Rexy Mawardijaya. (sam)

sumber: SuaraBanyuUrip

By Admin with No comments

Senin, 10 Februari 2014

Guntur Kembali Pimpin Jelu

Kandidat incumbent, Guntur, kembali terpilih sebagai Kepala Desa Jelu, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur dalam Pilkades di desa setempat. Dia yang nomor urut 1 memperoleh 1.467 suara, mengalahkan rivalnya Widarsih dengan nomor urut 2, mendapatkan 1.440 suara.

Data dari Panitia Pilkades Jelu, jumlah total hak pilih Desa Jelu sebanyak 3.392 pemilih. Dari jumlah tersebut, yang hadir sebanyak 2.959 pemilih. Sedangkan yang tidak hadir sebanyak 433 pemilih. Sementara suara tidak sah sebanyak 52 suara.

"Dengan hasil perhitungan suara ini, Guntur yang berhak kembali diajukan untuk memimpin Desa Jelu dengan masa bakti 2014-2020," kata Ketua Panitia Pilkades Jelu, Yisno, saat mengumumkan hasil akir penghitungan Pilkades yang digelar di Balai Desa Jelu.

"Dalam Pilkades ini tidak ada yang kalah atau menang. Karena, yang menang adalah masyarakat Jelu semuanya. Karena itu, mari kita bekerja bareng-bareng membangun desa Jelu yang lebih baik lagi untuk ke depannya," ungkap Guntur ditemui seusai penghitungan.

Camat Ngasem, Suwignyo melalui Kasi Pemerintahan, Mudlofir meminta, semua warga desa Jelu untuk tetap menjaga ketentraman, dan kedamaian.

"Tidak perlu ada yang saling bergesekan, karena semua memiliki tujuan sama. Yakni, membangun Desa Jelu yang lebih baik," ungkap Mudlofir.

"Dari 17 desa di wilayah Kecamatan Ngasem, ada 10 desa yang menyelenggaran Pilkades secara serentak. Yakni, Desa Wadang, Jelu, Tengger, Ngasem, Sendangharjo, Ngadiluwih, Trenggulunan, Setren, Mediyunan, dan Bandungrejo," imbuhnya. (sumber : SBU)

By Admin with No comments

Rabu, 23 Oktober 2013

Warung Mak Kus Roboh di Terjang Angin Ribut

Sebuah warung milik mak kus, yang berada di komplek proyek pipanisasi migas desa jelu, tepatnya di dusun gempol garut, roboh setelah diterpa angin kencang. Kejadian bermula pada pukul 16.00 WIB, saat angin kencang mulai memporakporandakan warung yang menjadi langganan karyawan migar tersebut. "anginnya kencang mas, smua pada ribut mengamankan barang dagangan," kata mak kus yang menyaksikan langsung kejadian tersebut, akibatnya mak kus menderita kerugian ratusan ribu rupiah. 

By Admin with 1 comment

Kamis, 17 Oktober 2013

Warga Jelu Terima Kompensasi IKPT

Sejumlah warga terdampak proyek Horizontal Driling Direction (HDD) di Desa Jelu, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro mendapatkan kompensasi uang tunai sebesar Rp175.000 per bulan dari kontraktor PT Inti Karya Persada Teknik (IKPT).

Kepala Desa Jelu, Guntur mengatakan, kompensasi itu diberikan pada 24 Kepala Keluarga (KK) yang rumahnya berada pada jarak yang relatif dekat dengan proyek tersebut. Kompensasi itu rencananya akan terus diberikan selama pekerjaan pengeboran untuk pemasangan pipa berdiameter 20 inchi itu.

"Yang mendapatkan kompensasi itu warga Desa Jelu yang berada di dekatnya proyeknya IKPT, pembayaran kemarin sudah dilakukan di Balai Desa Jelu," ucapnya kepada blokBojonegoro.com.

Kompensasi itu diberikan sehubungan dengan permintaan warga terdampak yang merasa terganggu dengan suara bising serta banyaknya kendaraan berat yang melintas jalan desa.  "Kalau ada seperti ini kami senang, karena warga kami mendapatkan dampak positifnya," tambahnya

sumber: http://blokbojonegoro.com/read/article/20131017/warga-jelu-terima-kompensasi-ikpt.html

By Admin with No comments

Jumat, 04 Oktober 2013

Rawan Gejolak, Kades Jelu Minta IKPT Libatkan Lokal

Adanya proyek pipanisasi Engineering Procurement and Constructions (EPC) 2 lapangan Banyuurip Blok Cepu rawan menimbulkan gejolak sosial. Oleh karena itu, Kepala Desa Jelu Kecamatan Ngasem, Guntur meminta pihak kontraktor pekerjaan melibatkan masyarakat di desa setempat.

Proyek itu, kata kades, haruslah memaksimalkan perekrutan tenaga kerja lokal. Sebab kalau tidak turut melibatkan masarakat sekitar, maka hal itu akan memicu aksi protes dari warga setempat. Bahkan, dikatakan pula, ada informasi bahwa banyak warganya yang melayangkan protes kepada perusahaan berplat merah ini.

"Memang sempat ada beberapa aksi protes beberapa hari yang lalu," ucapnya.

Pipanisasi di lokasi yang digarap oleh PT Inti Karya Persada Teknik (IKPT) itu saat ini memasuki tahap pengeboran bawah tanah yang akan digunakan untuk lintasan pipa, lebih tepatnya dikatakan Horizontra Driling Direction.(HDD).

Kades melanjutkan, bahwa sejauh ini warganya yang sudah terlibat dalam beberapa pekerjaan seperti tenaga flagman sejumlah 2 orang, Penjaga Keamanan sekitar 4 orang, dan helper ada 4 orang.

"Saya berharap pihak PT Inti Karya Persada Teknik (IKPT) mau untuk memaksimalkan perekrutan, selama kategori pekerjaan itu masih bisa ditangani olejh masyarakat lokal,maka biarkanlah warga siji saja yang terlibat," pungkasnya.

sumber : http://blokbojonegoro.com/read/article/1/20131004/rawan-gejolak-kades-jelu-minta-ikpt-libatkan-lokal.html

By Admin with No comments

Senin, 08 April 2013

Warga Jelu Minta IKPT Perbaiki Jalan Desa


Pengalihan arus lalu lintas ke jalur Kalitidu - Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur akibat penutupan sementara  jembatan Jelu - Jampet karena adanya pemasangan jembatan Baley sepanjang sekira 50 meter untuk moving pipa minyak Banyuurip, Blok Cepu, dikeluhkan warga.  Jalan Desa Jelu mulai rusak karena banyaknya kendaraan roda empat yang melintas jalan tersebut.

Warga Desa Jelu, Rohim, mengeluhkan, pengalihan jalan yang dilakukan oleh Konsorsium PT. Inti Karya Persada Teknik (IKPT) – PT. Kelsri, kontraktor engineering, procurement and construction (EPC)-2 Banyuurip yang menutup sementara Jembatan yang menghubungkan Desa Jampet-Jelu, Kecamatan Ngasem tersebut. Akibatnya, jalan desa jelu menjadi rusak.

"Peralihan kejalan desa Jelu itu seharusnya untuk roda dua saja. Tapi,  roda empat juga masuk sehingga jalan menjadi rusak karena kondisi hujan memudahkan jalan cepat hancur," kata Rohim, ditemui dipengerjaan jembatan Jampet-Jelu, Minggu (07/04/2013).

Dia meminta agar IKPT memperbaiki jalan Desa Jelu yang berlubang dan melarang roda empat melewati jalan tersebut agar kondisi jalan tidak semakin parah dan memancing warga keruh.

"IKPT harus bertanggungjawab untuk memperbaiki jalan ini," tegas dia.

Kepala Desa Jelu, Guntur, mengatakan, keluhan warga sudah disampaikan kepada IKPT untuk segera memperbaiki jalan yang dianggap rusak akibat pengalihan sementara bagi penguna jalan Kalitidu-Ngasem tersebut.

"Sudah saya sampaikan IKPT untuk segera diperbaiki, Mas. Alhamdulillah saat ini langsung diberi penguruukan pasir bagi jalan jelu yang rusak. Karena, sifatnya mendadak mau diurug pedel. Apalagi jalannya juga lagi dialihkan roda empat tidak bisa masuk," jelas Guntur ditemui dilokasi pembangunan Jembatan Jampet-Jelu.

Humas IKPT, Sunarto, menegaskan, pihaknya akan bertanggungjawab untuk melakukan perbaikan jalan jika kerusakan itu akibat pengalihan jalan untuk pekerjaan ini. 

By Admin with 3 comments